InfoLitbang Kementerian Negara Riset dan Teknologi
Cari Artikel

Tentang InfoLitbang

Petunjuk

Hubungi Kami

Administrasi

Informasi Detail Dokumen

Judul: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MEROKOK SISWA DI SD NEGERI SUKOMANUNGGAL I SURABAYA 
Penulis: Drs. M. Zainal Fatah, MS., M.Kes.; Ir. Annis Catur Adi, M.Si.  2003 
Ringkasan: Rokok adalah gulungan yang berisi tembakau terbungkus, kadang juga ditambahkan zat-zat lain untuk memberi rasa. Selanjutnya dan menjadi kebiasaan orang menikmatinya dengan membakar dan menghisapnya. Siswa SD adalah usia sekolah berkisar antara 6-12 tahun merupakan generasi penerus pembangunan di segala sektor, seharusnya terbebas dari segala unsur-unsur negatif utama rokok. Tujuan umum penelitian ini adalah mempelajari perilaku merokok siswa di SD Negeri Sukomanunggal I Surabaya, sedangkan tujuan khusus penelitian ini: 1) Mempelajari pengetahuan/kepercayaan siswa SD tentang rokok; 2) Mempelajari sikap siswa SD tentang merokok; 3) Mengetahui faktor-faktor perilaku merokok siswa SD Negeri Sukomanunggal I Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian observational diskriptif dengan desain cross sectional, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian dilakukan di SD Negeri Sukomanunggal I Surabaya, Jl. Sukomanunggal No. 93 C Sukomanunggal Surabaya. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SD Negeri Sukomanunggal I TA 2002/2003, dan sebagai sampel penelitian adalah siswa kelas V dan VI, dengan perimbangan kelas V dan VI sudah mampu berkomunikasi dengan baik secara lisan maupun tulisan. Penelitian ini menggunakan data primer (angket) dan data sekunder sebagai pendukung dari sekolah, serta indepth interview untuk menggali lebih mendalam terhadap permasalahan yang ada (diambil 10 orang sebagai informan). Variabel penelitian adalah perilaku merokok, dan variabel independen adalah: faktor predisposisi, faktor pemungkin, faktor pendorong dan sumber informasi. Data kuantitatif diolah dan disajikan dalam bentuk tabel-tabel frekuensi dan persentase, sedangkan data kuantitatif dianalisis dengan Content Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umumnya responden sudah mengetahui dengan baik tentang rokok dari berbagai sumber informasi (iklan, majalah, bungkus rokok, dll.). Sebagian besar yaitu 40 (63,5%) responden menyatakan rokok tidak bermanfaat dan akibat merokok dampaknya menimbulkan penyakit 59 (93,6%). Sikap responden terhadap rokok sebagian besar menolak (respon negatif), dan sebagian kecil responden memberikan toleransi dalam keadaan tertentu (stress, asal tidak mengganggu orang lain/lingkungan, asal tidak banyak-banyak, dll.). Ketidaksetujuan responden terhadap rokok, antara lain ditunjukkan dengan sikap sebagian besar tidak setuju bahwa merokok awal kedewasaan (88,9%); orang dewasa wajar bila merokok (44,5%); wanita yang merokok (87,2%); merokok meskipun gratis (87,2%) dan acara pesta diikuti dengan kegiatan merokok (87,2%). Sikap menolak tersebut diperkuat dengan keyakinan terhadap bahaya merokok dimana 82,5% menyatakan setuju bahwa rokok dapat menimbulkan penyakit. Pengetahuan yang cukup terhadap rokok dan sikap cenderung menolak terhadap rokok tidak dijamin responden berperilaku tidak merokok. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar 96,8% menyatakan tidak pernah merokok dan sebagian kecil (3,2%) pernah merokok meski sekali atau kadang-kadang. Responden yang merokok mulai umur 8 tahun dan dilakukan bersama teman sebaya dengan niat coba-coba. Faktor yang menonjol berperilaku tidak merokok yaitu di lingkungan sekolah tidak ada yang merokok, sikap orang tua yang tidak setuju bila merokok (marah). Sedangkan faktor pemungkin perilaku merokok adalah tersedianya rokok (dijual) di lingkungan rumah, tetangga perokok serta ajakan teman untuk merokok. Responden sebagian besar sudah memiliki pengetahuan yang cukup tentang rokok dari berbagai sumber dan bersikap tidak setuju terhadap rokok dan perokok. Meskipun sebagian besar tidak pernah merokok, namun sebagian kecil responden masih ada yang merokok. Faktor pemungkin perilaku merokok adalah lingkungan rumah (penjual dan perokok) dan faktor pendorong teman bermain yang mengajak untuk merokok. Perlu lebih ditanamkan pengetahuan dan pemahaman yang benar tentang rokok dan bahayanya pada siswa maupun orang tua siswa sehingga siswa tidak coba-coba merokok. Lingkungan sekolah perlu dicanangkan bebas dari orang merokok maupun penjual rokok. Nomor Induk: 2911/03/FKM-DM 2003
Lembaga Riset: LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS AIRLANGGA 
Dok Terkait:  
Situs Asal: LPPM | Universitas Airlangga 
Link Asal: http://www.lppm.unair.ac.id/search.view.php?id=427&c=2 
Tipe Dokumen  Abstrak Penelitian
Status Link: 
Loading data, please wait...

< Kembali