InfoLitbang Kementerian Negara Riset dan Teknologi
Cari Artikel

Tentang InfoLitbang

Petunjuk

Hubungi Kami

Administrasi

Informasi Detail Dokumen

Judul: KECEMASAN SISWA PADA BIDANG MATEMATIKA DI SLTP SURABAYA 
Penulis: Nur Ainy Fardhana 0086/00/FPsi-DIKSN., S.Psi, Dra. Veronika Soprapti,MS.,Ed. Nono Hery Yoenanto., S.Psi.  1999/2000 
Ringkasan: Penelitian ini dilakukan untuk menjawab permsalahan (1) Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan siswa cemas pada bidang studi matematika di SLTP Surabaya (2) Apakah terdapat hubungan negatif antra prestasi akademik dengan tingkat kecemasan pada bidang studi matematika di SLTP Surbaya (3) Apakah terjadi hubungan positif antara tingkat kelas dengan tingkat kecemasan pada bidang studi matematika di SLTP Surabaya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk 1) menegtahui faktor-faktor yang memberikan kontribusi yang besar penyebab siswa cemas pada bidang studi matematika di SLTP Surabaya, (2) membuktikan apakah terdapat hubungan negatif antara prestasi belajar dengan tingkat kecemasan pada bidang studi matematika di SLTP Surabaya, (3) membuktikan apakah terdapat hubungan positif antara tingkat kelas dengan tingkat kecemasan pada bidang studi matematika di SLTP Surabaya. Untuk mengungkap faktor-faktor yang menyebabkan siswa cemas pada bidang studi matematika diungkat memalui angket berupa check list. Siswa diminta memilih faktor-faktor yang dominan penyebab kecemasan antara lain metode mengajar guru, materi pelajaran, fasilitas sumber belajar, kepribadian guru matematika. Hasil angket ini, ditabulasi, kemudian dianalisa secara diskriptif. Sedangkan untuk mengungkap kecemasan siswa pada matematika digunakan kuesioner adaptasi dari Math Anxiety Quesstionairre (MAQ) yang dikembangkan oleh Wigfield (1988), dengan mendefinisikan 6 indikator cemas atau reaksi negatif dalam menghadapi matematika yang meliputi : rasa tidak suka, kurang percaya diri, gelisah khawatir, takut dan frustasi. Yang terdiri 17 soal dengan 5 pilihan jawaban dengan skor tertinggi 4 dan skor terendah 0, MAQ telah diuji validitas dan reabilitasnya. Realibilitas internal konsistensinya r = 0,96. Untuk mendapatkan prestasi akademik, jenis kelamin dan kelas menggunakan angket siswa yang disebarkan bersama kuesioner MAQ. Variabel bebasnya adalah prestasi belajar matematika dan variabel terikatnya adalah tingkat kecemasan siswa pada matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SLTP Surabaya dengan syarat tidak pernah tinggal kelas, karena penulis berpendapat bahwa siswa pernah tinggal kelas akan cemas dalam menghadapi pelajaran matematika. Teknik yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu mengambil sampel dengan populasi yang telah disengaja ditentukan oleh penelitian sesuai dengan maksud openelitian. Sampel terdiri dari siswa SLTP Negeri 16 Bongangin Kedurus jumlah 130, SLTP Negeri 40 Bangkingan, Lidah Kulon jumlah 112 siswa, SLTP Panca Jaya, raya Dukuh Kupang jumlah 138 siswa dan siswa SLTP Muhammadiyah Pucang Taman Surabaya jumlah 128 siswa, sehingga total sampel keseluruhan 508 siswa. Hasil yang diperoleh dapat disimpulkan (1) sebagaian besar siswa (59%) mencemaskan pelajaran matematika, (2) faktor yang memberikan kontribusi besar terdapat kecemasan siswa pada matematika: materi pelajaran yang dianggap sulit (53%), kemudian disusul fasilitas yang kurang memadai (26%) dan cara mengajar guru yang sulit dipahami (23%) dan karakter guru yang galak (6%) (3) ada korelasi negatif yang signifikan antara skor kecemasan matematika dengan prestasi belajar pelajaran matematika pada siswa kelas I SLTP di Surabaya dengan rxy sebesar = - 0,172, r2xy = 3% dan p = 0,021, (4) ada korelasi negatif yang sangat signifikan antara skor kecemasan matematika dengan prestasi belajar pelajaran matematika pada siswa kelas II SLTP di Surabaya dengan rxy sebesar = -0.199, r2xy =3,9% dan p = 0.009, (5) ada korelasi negatif yang sangat signifikan antara skor kecemasan matematika dengan prestasi belajar matematika pada siswa kelas III SLTP di Surabaya rxy sebesar = -0.53, r2xy= 25.3% dan p < 0.001 (6) hipotesa yang berbunyi semakin rendah tingkat kecemasan siswa pada matematika akan semakin tinggi prestasi belajar diterima dan hipotesa yang menyatakan bahwa semakin tinggi tingkat kelas, akan semakin tinggi tingkat kecemasan siswa pada bidang studi matematika juga diterima. Berdasarkan hasil penelitian ini (1) Kesimpulan penelitian ini terbatas hanya pada sampel siswa SLTP di Surabaya. Untuk penelitian lebih lanjut disarankan menggunakan populasi yang lebih luas dan menjangkau tingkat pendidikan Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas. Selain itu untuk pengembangan teori psikologi pendidikan, terutama yang berkaitan dengan kecemasan siswa pada matematika perlu dikembangkan penelitian dengan variabel lain, misal rasa percaya diri, inteligensi dan lain-lainya. (2) karena matematika tergolong pelajaran yang dianggap sulit oleh sebagaian besar siswa, disarankan bagi instansi yang terkait mempertimbangkan untuk membuat alternatif kurikulum matematika baru yang membuat siswa lebih untuk belajar matematika dan tidak hanya sekedar mengejar target kurikulum tanpa mengindahkan penguasaan materi oleh siswa. Misalnya meringkas materi yang penting dan relevan, memperbanyak latihan soal. (3) Guru matematika disarankan untuk senantiasa mengikuti perkembangan pe
Lembaga Riset: LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS AIRLANGGA 
Dok Terkait:  
Situs Asal: LPPM | Universitas Airlangga 
Link Asal: http://www.lppm.unair.ac.id/search.view.php?id=159&c=2 
Tipe Dokumen  Abstrak Penelitian
Status Link: 
Loading data, please wait...

< Kembali