InfoLitbang Kementerian Negara Riset dan Teknologi
Cari Artikel

Tentang InfoLitbang

Petunjuk

Hubungi Kami

Administrasi

Informasi Detail Dokumen

Judul: PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN BANK-BANK MERGER DENGAN BANK-BANK NON MERGER DI INDONESIA PASCA LIKUIDASI PERBANKAN 
Penulis: Drs. Agus Widodo Mardiyuwono, M.Si., Ak.; Wasiaturrachma, SE.  2004 
Ringkasan: Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, yang dilakukan di Indonesia dengan objek penelitian bank-bank merger dan bank-bank non merger. Oleh karena jumlah populasi cukup banyak (yaitu 138 bank), maka dalam penelitian ini dilakukan pengambilan sampel dengan metode purposive random sampling. Permasalahan dalam penelitian ini adalah : (1) Apakah ada perbedaan kinerja keuangan yang signifikan antara bank-bank yang melakukan merger dengan bank-bank non merger dan (2) Apakah merger merupakan suatu langkah terbaik untuk memperkuat kinerja keuangan perbankan nasional yang saat ini sedang terpuruk. Tujuan Penelitian adalah : (1) Untuk mengetahui apakah bank-bank yang telah melakukan merger mempunyai kinerja keuangan yang lebih baik dibandingkan dengan bank-bank non merger dan (2) Untuk mengetahui apakah merger sebagai upaya penyehatan dan penyelamatan perbankan nasional yang tepat untuk saat ini. Metodologi Penelitian : Populasi dan Sampel. Populasi dalam penelitian ini adalah bank-bank merger dan bank-bank non merger di Indonesia per 30 September 2003 yang berjumlah 138 bank. Mengingat banyaknya populasi maka dalam penelitian ini digunakan sampel. Dari hasil purposive random sampling, jumlah sampel yang terpilih adalah sebanyak 10 bank yang terdiri dari 5 bank merger dan 5 bank non merger. Prosedur Pengumpulan Data. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang berupa laporan keuangan bank, yaitu neraca dan laporan laba rugi per 30 September 2002 dan 2003. Data tersebut diperoleh dari Perpustakaan Bank Indonesia Cabang Surabaya, Perpustakaan Bursa Efek Surabaya, Peta Keuangan Perbankan Indonesia dan Majalah Info Bank. Identifikasi Variabel. Variabel-variabel kinerja keuangan yang dianalisa dalam penelitian ini adalah : (1) Variabel Likuiditas, yang diukur dengan Loan to Deposit Ratio; (2) Variabel Kecukupan Modal, yang diukur dengan Primary Ratio, Deposit Risk Ratio, dan Capital Adequacy Ratio; (3) Variabel Profitabilitas, yang diukur dengan Return On Equity dan Return On Assets; dan (4) Variabel Kualitas Aktiva, yang diukur dengan Net Interest Margin dan Leverage Multiplier. Teknik Analisa Data. Teknik analisa data dilakukan melalui 2 (dua) tahap, yaitu : teknik analisis untuk pengujian rasio-rasio keuangan dan pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan alat uji distribusi t (t student). Hasil-Hasil Penelitian : Hasil analisis tentang perbandingan kinerja keuangan bank-bank merger dengan bank-bank non merger di Indonesia pasca likuidasi perbankan, adalah sebagai berikut : 1. Pada variabel likuiditas, yang diukur dengan menggunakan Loan to Deposit Ratio (LDR), antara bank-bank merger dan bank-bank non merger tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Di samping itu, LDR rata-rata untuk bank-bank merger (sebesar 52,31%) lebih tinggi dibandingkan dengan LDR rata-rata untuk bank-bank non merger (sebesar 50,18%). Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan bank-bank merger untuk menyalurkan kredit masih lebih baik dibandingkan dengan bank-bank non merger. 2. Pada variabel kecukupan modal, yang diukur dengan menggunakan Primary Ratio (PR), Deposit Risk Ratio (DRR), dan Capital Adequcy Ratio (CAR) menunjukkan bahwa : (a) Primary Ratio antara bank-bank merger dan bank-bank non merger tidak terdapat perbedaan yang signifikan, (b) Deposit Risk Ratio antara bank-bank merger dan bank-bank non merger tidak terdapat perbedaan yang signifikan, dan (c) Capaital Adequcy Ratio (CAR) antara bank-bank merger dan bank-bank non merger tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Di samping itu, PR, DPP, dan CAR rata-rata bank-bank merger (masing-masing sebesar 13,02%, 20,91%, dan 38,11%) adalah lebih tinggi daripada PR, DRR, dan CAR rata-rata bank-bank non merger (masing-masing sebesar 7,11%, 8,72%, dan 18,72%). Hal ini menunjukkan bahwa kecukupan modal (untuk menutup kerugian atas aktiva bank, untuk menjamin kemungkinan membayar kembali dana yang disimpan nasabahnya, dan mengurangi tingkat risiko pada investasi surat-surat berharga) bagi bank-bank merger masih lebih baik daripada kecukupan modal bagi bank-bank non merger. 3. Pada variabel profitabilitas, yang diukur dengan menggunakan Return On Equity (ROE) dan Return On Assets (ROA) menunjukkan bahwa Return On Equity (ROE) antara bank-bank merger dan bank-bank non merger tidak terdapat perbedaan yang signifikan; sedangkan Return On Assets (ROA) antara bank-bank merger dan bank-bank non merger tidak terdapat perbedaan yang signifikan. Di samping itu, ROE dan ROA rata-rata bank-bank non merger (masing-masing sebesar 29,41% dan 2,18%) adalah lebih tinggi daripada ROE dan ROA rata-rata bank-bank merger (masing-masing sebesar 19,00% dan 2,05%). Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan bank dalam menghasilkan laba bersih (yang dikaitkan dengan modal sendiri dan total aktiva yang digunakan) bagi bank-bank non merger masih lebih baik bila dibandingkan dengan bank-bank merger. 4. Pada variabel kualitas aktiva, yang diukur dengan mengg
Lembaga Riset: LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS AIRLANGGA 
Dok Terkait:  
Situs Asal: LPPM | Universitas Airlangga 
Link Asal: http://www.lppm.unair.ac.id/search.view.php?id=518&c=2 
Tipe Dokumen  Abstrak Penelitian
Status Link: 
Loading data, please wait...

< Kembali